<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Conversational Hypnosis Portal</title>
	<atom:link href="http://www.portalhypnosis.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.portalhypnosis.com</link>
	<description>Hipnosis dengan bahasa percakapan normal sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Aug 2010 16:25:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Membuang Ketakutan Seseorang Secara Conversational</title>
		<link>http://www.portalhypnosis.com/?p=11</link>
		<comments>http://www.portalhypnosis.com/?p=11#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Homepage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalhypnosis.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Rupanya Pulau Bali masih tetap mempesona, daerah Nusa Dua-pun masih memikat mata dan jiwa. Gabungan pasir, matahari dan budaya, selalu memanggil kembali untuk pergi ke sana. Mungkin karena berasal dari kampung…, maka bagi saya yang paling menarik dan paling saya sukai dari Pulau Bali justru adalah jajanan Nasi Jenggo. Nasi bungkus seharga Rp 1.500,-, yang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="content">
<div id="post-310">
<h1><span style="letter-spacing: normal; line-height: 19px; font-size: 13px;">Rupanya Pulau Bali masih tetap mempesona, daerah Nusa Dua-pun masih memikat mata dan jiwa. Gabungan pasir, matahari dan budaya, selalu memanggil kembali untuk pergi ke sana.</span></h1>
<div>
<p>Mungkin karena berasal dari kampung…, maka bagi saya yang paling menarik dan paling saya sukai dari Pulau Bali justru adalah jajanan Nasi Jenggo. Nasi bungkus seharga Rp 1.500,-, yang dijual dipinggir-pinggir jalan! Dibungkus dengan daun pisang. Saya biasa makan 2-3 bungkus. Yang paling enak adalah yang di seputaran seberang gedung mall besar di daerah Kuta. Sambalnya itu lho…</p>
<p>Anda tentunya pernah mengalami makan yang seenak itu, makanan yang bagi orang lain mungkin biasa saja…, namun buat Anda… Wuihhh, enak bukan main.</p>
<p>Apakah Anda mengenali bahwa kita punya kemampuan untuk mengingat pengalaman makan enak, lantas bereaksi menjadi kepingin lagi makan enak. Ini mengandung arti  pikiran kita mampu mempengaruhi fisiologi kita. Alangkah baiknya, sebaiknya jangan    teruskan membaca artikel ini, karena dipenuhi dengan kata-kata yang akan mempengaruhi pikiran pembaca.</p>
<p>Baiklah…</p>
<p>Beberapa saat yang lalu saya diminta oleh suatu lembaga International pergi ke Pulau Bali selama 2 hari untuk suatu tugas pelatihan. Orang-orang dalam organisasi ini luar biasa sekali, saya senang berada di antara mereka. Berkumpul dengan orang open mind dan luar biasa selalu menarik minat saya….  Untuk tugas ini, saya mengajak salah satu teman yang sudah Master Practitioner of NLP. Ia adalah Associate Partner saya yang dulunya   belajarNLP di Sinergy Lintas Batas sekarang   ia menjadi salah satu konsultan trainer di perusahaan penerbangan yang ternama.</p>
<p>Untuk menyingkat cerita yang panjang, pada saat makan siang di hari kedua terjadi peristiwa yang menarik. Di tengah menunggu sajian makan siang, steak ala barat yang ….. (duh…, sudah dibilang saya lebih senang Nasi Jenggo lho), kami saling bercerita.<span id="more-11"></span></p>
<p>Entah kenapa, tiba-tiba seorang ibu peserta pelatihan yang sudah senior berkeluh kesah bahwa dirinya selalu stress, takut dan gemetaran kalau naik pesawat, terutama kalau mengalami guncangan di udara.</p>
<p>Nah, ia cemas sekali karena pelatihan sebentar lagi sudah mau selesai, dan ia sudah mulai dihantui rasa takut itu. Aduh, ia sudah mulai nyerocos menceritakan ketakutannya naik pesawat terbang, terlihat ia begitu associated dengan masalahnya. Ini mudah dipahami, karena bukankah kita semua dulu pernah cemas, saat akan menghadapi sesuatu yang kita takuti… ya khan?</p>
<p>Anda dengan mudah dapat membayangkan, bahwa makan siang itu di sebuah meja makan besar, terdiri dari sektar 17 orang termasuk saya. Suasana semula sangat segar dan kekeluargaan, nah bukankah akan menjadi aneh jika tiba-tiba saya mengubah pembicaraan menjadi suatu proses terapi.</p>
<p>Untungnya saja, kita pernah belajarNLP lho.</p>
<p>Salah satu yang membuat saya sangat senang menjadi praktisi yang belajarNLP adalah kesempatan membantu orang tanpa harus melakukan proses terapi formil. Tanpa harus meminta orang tutup mata, membayangkan ini itu, melakukan induksi formal, memerintahkan dengan skrip sugesti ini itu dan lain-lain.</p>
<p>Sungguh pantas, jika dalam NLP cara conversational ini disebut sebagai pendekatan yang elegan, yakni kita bisa membantu orang tanpa yang bersangkutan merasa diterapi. Bahkan ia sama sekali tidak mengerti bahwa ia sedang dibantu olah kita. Asyik-asyik saja. Tentu saja, tidak semua hal bisa didekati dengan cara ini…</p>
<p>Paparan ini tidak berarti bahwa terapi formil itu buruk atau kurang berguna, namun kita bisa lebih banyak membantu orang, jika kita piawai melakukan suatu “terapi” tanpa yang bersangkutan merasa diterapi. Semua dilakukan dengan conversational saja, bercakap-cakap. Jadi ini akan memperlengkapi perbekalan dan amunisi, di satu sisi Anda sekalian sudah jago melakukan terapi formal, kenapa tidak menambah bekel dengan kemampuan conversational yang tentunya sama mudah dan menariknya untuk dipelajari kok.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Attitude NLP-er</strong></p>
<p>Saat melakukan conversational terapi pada klien tersebut, saya juga meniatkan suatu hal yang baik, untuk berbagi pemikiran dan ide pada <em>associate partner</em> saya -yang lulusan Master Practitioner Sinergy Lintas Batas- bahwa di mana saja kita bisa    bantu orang lain dengan ikhlas dan efektif, tanpa harus terjebak untuk “show off” bahwa kita ini bisa dan sedang membantu. Saya sendiripun masih terus belajar untuk dapat memiliki dan menjaga <em>attitude</em> ini.</p>
<p>Mudah dipahami bahwa dunia terapi conversational adalah dunia yang sepi. Benar-benar sepi pamrih, sepi pujian, sepi tepuk tangan, sepi kekaguman, sepi terima kasih. Sikapnya harus benar-benar murni membantu…</p>
<p>Bagi sobat yang senang dengan hal-hal yang berbau spiritual, maka dunia terapi conversational juga sangat spiritual, bahkan sangat spiritual 100%. Maksudnya adalah sepi ritual, sepi dari ritual-ritual dan puja puji… Hehehehe… Menulis kata spiritual, langsung membuat saya teringat akan web www.spiritualnlp.com, yang sampai sekarang masih sepi ritual penulisan. Hehehehe…!</p>
<p>Berlanjut…</p>
<p>Seraya mendengarkan ibu itu bertutur mengenai problemnya, maka pikiran berputar cepat mencari benda apa yang ada di atas meja ini yang bisa di-utilize (dimanfaatkan). Saya lihat ada beberapa benda, dan bawah sadar saya mengarahkan untuk memilih serbet makan (napkin) dan sendok kecil banget dari kayu (sendok untuk mengambil garam), kira-kira seukuran separuh batang rokok. Sembari membaca paragraf ini, saya ingin ajak Anda menyadari bahwa memPercayai bawah sadar Anda, maka bawah sadar Anda akan memberikan support yang luar biasa pada Anda.</p>
<p>Dengan cepat saya sambar sendok kecil itu, saya gerak-gerakkan seolah pesawat yang sedang terbang dan bergetar-getar. Seluruh pilihan kata dan gerakan yang saya pergunakan benar-benar dipilih untuk membuat Ibu itu berhenti menceritakan secara associated, dan meng ubah cara pandang sehingga merasa berada di luar pesawat dan sekarang lihat diri sendiri sedang berada di dalam pesawat itu disana.  Cara itu merupakan sudut pandang observer (meta position), bukan sudut pandang pelaku.</p>
<p>Melalui kalibrasi, akhinya kita sudah dapat melihat bahwa si Ibu sudah ter-desensitisasi, yakni tidak lagi menceritakan kejadian itu secara pelaku (associate), namun sudah menjadi observer (disassociate).</p>
<p>Alhamdulilllah!</p>
<p>Good marsigood, well mardowell, top markotop, sip markisip!</p>
<p>Sukses sudah dalam melakukan mark-out sendok itu sebagai pesawat. Selanjutnya segera saya melakukan <em>break state</em> dengan membicarakan menu makanan seraya menyingkirkan sendok itu sementara ke tempat tertentu yang tidak terlalu terlihat olehnya. Semua dilakukan seolah sambil lalu dan ngobrol-ngobrol saja.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Submodality Remap!</strong></p>
<p>Sesuai dengan teknik <em>conversational belief change</em>, maka langkah berikutnya adalah meng-elicit emosi lain yang sifatnya <em>rediculous</em> (menggelikan). Yakni suatu emosi yang akan kita pakai untuk meng-<em>collaps</em> emosi takut tadi.  Emosi ini harus di-elicit dan diamplify dengan kuat, agar saat dilakukan <em>remap</em> (perpindahan, pertukaran map) antara map-takut-pesawat dengan <em>map</em>-menggelikan, maka <em>map</em>-menggelikan lah yang menang.</p>
<p>Melalui pancingan pertanyaan, sejurus kemudian si Ibu sudah sibuk bercerita dengan penuh tawa terpingkal-pingkal mengenai hal paling menggelikan dan lucu di dunia ini . Baginya hal yang paling lucu dan menggelikan adalah (maaf) bentuk mulutnya pelawak Dono Warkop (almarhum).</p>
<p>Dalam bahasa daerahnya, Ibu ini menyebutnya “moncong” si Dono Warkop. Rupanya ia penggemar berat warkop, dan Dono sudah sukses meng-anchor kelucuannya ke ibu ini. Setiap kali ibu ini melihat “moncong” Dono Warkop, ia terpingkal-pingkal. Lebih seru lagi, rupanya ia punya pengalaman pernah ketemu secara pribadi dengan Dono saat ia mengambil kuliah di suatu Perguruan Tinggi, yang menampilkan dosen tamu Dono Warkop. Ia sempat berbincang dengan Dono, dan kejadian itu sangat mengesankan dan lucu baginya. Benar-benar anchor alamiah!</p>
<p>Yesss!</p>
<p>Kata “moncong” segera saya catat di dalam hati sebagai peluang untuk diutilisasi nantinya sebagai “moncong pesawat”! Wow, memiliki kemiripan istilah yang luar biasa. Benar-benar suatu kebetulan yang harus dimanfaatkan.</p>
<p>Dengan semangat 45, saya menimpali kisah ibu itu, agar ia makin masuk dalam kondisi geli yang amat<em>associated. </em>Rekan saya -yang Master Practitioner- rupanya melihat apa yang saya lakukan, dengan tangkas ia membantu meng-<em>amplify</em> pengalaman si Ibu ini sehingga semakin terpingkal-pingkal. Mudah dilihat bahwa kegeliannya sampai memicu menetesnya air mata. Di sini saya belajar dari attitude rekan saya, bahwa saat melihat teman yang sedang membantu seseorang, maka ayo ikutan segera membantu. Sungguh, lagi-lagi saya diingatkan bahwa pada diri siapapun, bisa dipelajari suatu sikap terpuji.</p>
<p>Tentu saja, seraya meng-amplify, maka rasa lucu ini segera saya mark-out ke benda lain di posisi lain dari sendok tadi. Saya pilih napkin untuk di mark-out sebagai ‘posisi lokasi’ rasa lucu menggelikan. Tes sedikit, ternyata berhasil. Akhirnya napkin yang saya letakkan di tengah meja itu sudah menjadi anchor untuk meng-elicit rasa gelinya.</p>
<p>Secepat kilat pada saat puncak kegelian, saya tiba-tiba mengangkat kembali sendok kecil -simbol pesawat- tadi itu. Kemudian sambil menerbangkannya, saya pindahkan letak pesawat itu di atas lokasi napkin. Seraya mengatakan “Akan seperti apa rasanya ya, saat ibu melihat dan merasakan guncangan pesawat, namun anehnya yang otomatis muncul adalah justru <em><strong>rasakan geli yang luar biasa karena teringat moncong Dono!</strong></em>. Huehehehehehehe!”</p>
<p>Lanjut saya “Nah lho… Semakin dibayangkan, semakin terasa geli lho. Hahahhaha”.</p>
<p>Sedetik sempat terlihat suatu ekspresi muka “bengong” di wajah ibu ini, dan saya cepat-cepat membuat tindakan yang membuat posisi napkin lebih jelas dari pada sendok. Sehingga bak <em>collapsing anchor</em>, yang kalah adalah sendoknya.</p>
<p>Rekan saya –si Master Practitioner-  pun mengambil peran dengan ikut terpingkal-pingkal, dan ia juga menimpali dengan kata-kata yang makin menguatkan efek geli ini. Kita tambahkan lagi: “Wahahaha, itu lho…  anehnya bahkan ketika berusaha mengingat rasa takut akan turbulensi itu, maka yang justru terjadi adalah kita semakin me <strong>rasakan geli bukan main</strong>. Sedemikian gelinya sehingga tidak bisa ingat lagi apa yang tadinya terjadi. Hanya rasa geli…, geli…li…. wkwkwkwkwkw!”</p>
<p>Ibu itupun lantas terbawa semakin tertawa geli lagi, terpingkal-pingkal. Dan kami bertiga saling nyerocos bergantian mengomentari betapa lucunya memBayangkan moncong pesawat sebagai moncong Dono. Mem <strong>bayangkan moncong pesawat ada giginya</strong>, ujung moncong pesawat yang “menggunung” itu mirip dengan mulut Dono yang “berusaha” menutupi gigi, sehingga menggunung pula.</p>
<p>Terlambat sudah, sudah terlambat bagi ibu itu untuk bisa membuang dari pikirannya bahwa bayangan mulut Dono adalah sama dengan moncong pesawat. Dan saat nanti mengalami proses guncangan pesawat, turbulensi, justru yang otomatis terjadi adalah rasa geli mem <strong>bayangkan mulut Dono yang menggunung, mucu-mucu</strong>, mau ditutup malah goyang-goyang. Wkwkwkwkwkwk, terkadung, terlanjur, telat… telaaaat…. sang pikiran bawah sadar sudah men <strong>terima asosiasi kedua hal itu</strong>, dan itu otomatis semakin menimbulkan rasa geli dan lucu yang tak tertahankan. Hahahahaha…</p>
<p>Ya ampuuuun lucu bukan main….</p>
<p>Tengah terpingakal-pingkal, datanglah pelayan membawa makanan. Maka proses break state terjadi secara alami. Syukurlah!</p>
<p>Tentunya Anda dengan cepat dapat melihat bahwa kalimat-kalimat yang diucapkan pada sang Ibu di atas, memiliki struktur gabungan kekuatan <em>hypnotic language pattern</em> yang sangat subtle dan powerful lho.  Bukan asal ngomong saja. Dan ini bertahan di bawah sadar Anda dengan mudah mengingat hal ini saat memerlukan. Saat ingin menolong orang lain yang seperti ibu tadi.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Seminggu Kemudian</strong></p>
<p>Tanpa terasa sudah lebih dari seminggu semenjak peristiwa itu, dan saat teringat peristiwa itu saya tiba-tiba ingin menelpon sang ibu. Sayangnya nggak punya nomer HP-nya. Putar akal sedikit, saya meminta dari salah satu temannya, alhamdulillah akhirnya dapat!</p>
<p>Jawabannya yang saya terima sungguh melegakan, bahwa ia tidak mengalami rasa takut lagi untuk terbang. Bahkan ketika sempat terjadi efek turbulensi di atas pesawat, ia tetap tenang. Katanya “Moncong Dono, rupanya efektif untuk mengurangi rasa takut. Bahkan berjalan otomatis, Hahahaha”.</p>
<p><strong>Conversational itu menyenangkan</strong></p>
<p>Thanks to Dr. Richard Bandler, ia sering mengatakan bahwa membantu seseorang untuk berubah dengan menggunakan teknik NLP, dapat dilakukan secara cepat, secara menyenangkan, dan secara elegan.  Asyik ya!</p>
<p>Bahkan, terkadang yang dibantupun, tidak menyadari bahwa cara kita membantu adalah menggunakan struktur dan proses tertentu. Menggunakan pola bahasa tertentu dan tindakan (anchor) tertentu. Benar-benar dipikirnya cuman ngobrol, bahkan bercanda…</p>
<p>Kemampuan mengelicit suatu state, meng-amplify, dan meng-anchor merupakan ketrampilan-ketrampilan yang perlu dikuasai untuk menjadi piawai di bidang conversational. Bagaimana berlatihnya?</p>
<p>Anda bisa mulai dengan merancang kata-kata untuk mengelicit suatu respon, kemudian uji cobakan dengan teknik bercerita itu pada orang-orang di sekitar Anda. Tanpa orang itu tahu atas apa yang Anda lakukan.</p>
<p>Saya tidak tahu, kemungkinan Anda sudah menyadari bahwa tidak ada yang sulit sebenarnya untuk meng-elicit suatu respon. Mudah saja, yang penting Anda “go first”. Tentunya Anda pernah menceritakan pengalaman lucu yang Anda alami sendiri khan…? Sejalan dengan mengalirnya kata-kata saat Anda bercerita secara alami, tanpa terasa Anda “kembali” mengalami lagi, dan benar-benar masuk dalam perasaan lucu lagi. Hebatnya semua pendengar ikut terpingkal-pingkal. Nah, secara natural kita semua jago melakukan state elicitation kok.</p>
<p>Anda pernah menceritakan kisah bertema “kesedihan” khan? Seberapa mudah, pendengar Anda ikut menjadi sedih, pada saat Anda berkatarsis ria. Kuncinya adalah, tanpa Anda sadari sudah menggunakan pola bahasa yang membuat lawan bicara associated dengan kisah Anda. Bingo!</p>
<p>Nah,</p>
<p>Tentunya bagi yang belum belajarNLP di kelas Practitioner perlu bertanya pada kawan Anda yang pernah mengalami pelatihan tersebut. Bagaimana tepatnya proses belief change, dan bagaimana melatih secara conversational. Saat ini khan sudah banyak sekali Practitioner NLP.</p>
<p>Well…lumayan lho</p>
<p>Saya undang Anda untuk mengingat-ngingat bahwa sebagai mahluk sosial kita ini biasa dan senang membantu teman, nah akan seperti apa jadinya jika kita piawai membantu teman, tanpa ia merasa harus sedang “di terapi”. Tanpa ia merasa sedang dibantu… Wah, jadi lebih tulus ya…</p>
<p>Dengan membayangkan bahwa Anda bisa menolong banyak orang melalui teknik ini, Anda secara cepat akan memahami bahwa tidak terlalu sulit untuk menerapkan hal yang sama bagi anak-anak dan keluarga kita di rumah. Mereka biasanya tidak terlalu senang jika merasa diterapi, mereka lebih senang dan maunya ngobrol-ngobrol saja lho.</p>
<p>Ngomong-ngomong soal ngobrol-ngobrol, yang paling enak adalah kalau sedang ngobrol-ngobrol ya sambil makan Nasi Jenggo. BelajarNLP mungkin juga lebih enak kalau sambil makan nasi Jenggo ini. Entah kenapa disebut Jenggo, apakah plesetan dari bahasa China “Ceng Go” : Rp 1.500? Atau mungkin dalam bahasa Jawa “aJeng nambah mongGo!”, alias “Mau nambah? Silahkan..!”</p>
<p>Seseru apapun, makan nasi Jenggo tetap paling seru ya di pulau bali, pulau yang selalu membuat kita ingin    kembali pada ingatan kita akan pulau yang luar biasa eksotis, keindahan pasir pantai, dan budaya yang luar biasa. Ah, pulau Bali memang masih tetap mempesona.</p>
<p>(Teiriring do’a untuk almarhum Bung Dono Warkop, semoga beliau tenang dan damai, dan mendapatkan ampunan serta pahala berlimpah di alam sana…, Amien. Sebab, tak disangka-sangka…, warisan-warisan kelucuan beliau sudah mengurangi penderitaan, minimal seseorang).</p>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalhypnosis.com/?feed=rss2&amp;p=11</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uncover How World-Class Hypnotherapist Supercharge Their Hypnosis Suggestion With Hypno-Linguistic.</title>
		<link>http://www.portalhypnosis.com/?p=7</link>
		<comments>http://www.portalhypnosis.com/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Homepage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalhypnosis.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan naskah yang saya pakai di Indonesian Hypnosis Summit (IHS 2010), dan melalui kebaikan Mas Yan (Ketua Penyelenggara), saya diberikan kesempatan untuk menuliskan ulang di web ini, agar dapat dinikmati oleh lebih banyak pembaca di tanah air. IHS 2010 berjalan dengan amat luar biasa! Seluruh pembicara, observer, dan tamu-tamu undangan serta para hadirin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan naskah yang saya pakai di Indonesian Hypnosis Summit (IHS 2010), dan melalui kebaikan Mas Yan (Ketua Penyelenggara), saya diberikan kesempatan untuk menuliskan ulang di web ini, agar dapat dinikmati oleh lebih banyak pembaca di tanah air.</p>
<p>IHS 2010 berjalan dengan amat luar biasa! Seluruh pembicara, observer, dan tamu-tamu undangan serta para hadirin. Semuanya bersatu padu setuju menyuarakan suatu misi untuk memberikan perhatian pada “Quo Vadis Hypnosis in Indonesia?”, akan ke manakah arah hypnosis di Indonesia?</p>
<p>Berbicara mengenai arah, saya jadi teringat akan salah satu suster yang bertugas mengurus anak –anak di rumah saya yang sering bingung kalau di ajak jalan sama keluarga. Ia selalu bingung menentukan arah mata angin. Dia hanya tahu arah kanan dan kiri, tapi ia tidak tahu arah mata angin. Tidak hanya masalah arah, ia sering bingung, bahkan untuk berbagai hal yang lain pula. Suster itu berasal dari Sukabumi Jawa Barat. Bahasanyapun masih medok bernada intonasi ‘bahasa sunda’.</p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p>Salah satu kejadian unik adalah, pada suatu hari, saat kami beres-beres mau pindahan rumah, dia tersenyum-senyum sendiri. Saat saya tanya kenapa, ia menjawab “Bapak kok punya colokan listrik (maksudnya <em>portable stop contact</em>) bertuliskan ‘Terminal Kuningan’, emangnya Bapak mengambil dari Terminal di daerah Kuningan Jawa Barat ya Pak?”</p>
<p>“Maksudmu apa?” tanya saya kurang paham. Lantas ia menjawab : “Maksud saya kok nggak beli sendiri, kok ngambil dari ‘Terminal Kuningan’, khan nanti terminalnya nggak punya colokan lagi dong.”</p>
<p>Aduh, keren-keren begini dikira ‘nyomot’ colokan listrik dari ‘Terminal Kuningan’? Si Teteh ini nggak ngerti kalau maksud tulisan ‘Terminal Kuningan’ adalah ujung (terminal) dari tiap colokan listrik itu terbuat dari logam kuningan. Produsen dengan sengaja menuliskan kata ‘Terminal Kuningan’ untuk menunjukkan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk lain yang biasanya ujung (terminalnya) tidak terbuat dari kuningan, yang daya hantar listrik/konduksivitasnya rendah.</p>
<p>Kisah di atas menyadarkan kita bahwa penggunaan bahasa amat penting bagi proses komunikasi. Pilihan kata dan frasa kata yang kita pakai akan sangat menentukan pemahaman lawan bicara kita atas maksud kita. Pemilihan bahasa dan pola kata yang kurang sesuai akan mengarahkan pikiran dan reaksi lawan bicara ke arah komunikasi yang berbeda arah. Bisa dikatakan bahwa bidang apapun yang ingin Anda sukses, maka belajar dan membuat pola bahasa, akan sangat membantu Anda.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan hypnosis dan hypnotherapy? Bukankah kita sudah mengerti bahwa hypnosis adalah proses komunikasi yang ekselen. Pernahkan kita mengukur dan terus meningkatkan ekselensi komunikasi kita sehingga mendapatkan hasil yang luar biasa dalam hypnosis?</p>
<p>Alasan orang datang kepada Anda sebagai Klien adalah karena mereka percaya bahwa Anda mampu membantu orang masuk ke Kondisi Bawah Sadar. Sebagai hypnotherapist, memang layaknya Anda memiliki kemampuan untuk membantu orang yang tidak begitu mudah mengakses sendiri bawah sadarnya, dan membimbing mereka melalui suatu cara agar menjadi mudah berkomunikasi dengan bawah sadar mereka.</p>
<p>Bagi seorang pemain gitar dan piano, peningkatan kemampuan mengerakkan jari adalah suatu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas musik yang dihasilkan. Bagi pemain sepakbola, peningkatan kemampuan pergerakan kaki dalam mengolah bola adalah kunci suksesnya. Nah bagi seorang hypnotist dan hypnotherapist, tentu saja dengan mudah Anda simpulkan bahwa kemampuan menggunakan kata-kata dalam komunikasi dengan bawah sadarlah yang membuat kita menjadi lebih efektif sebagai seorang hypnotherapist.</p>
<p>Mudah disadari bahwa ada perbedaan besar antara seorang hypnotherapist pemula dan hypnotherapist rata-rata dibandingkan dengan hypnotherapist yang berkelas dunia adalah pada akurasi penggunaan kata. Hypnotherapist pemula dan rata-rata biasanya menggunakan skrip-skrip siap pakai, bahkan ada yang asal berbicara saja.</p>
<p>Ingat, isi suatu skrip tidak selalu dan bahkan biasanya jarang sekali dapat sama 100% dengan konstruksi masalah yang dialami seorang klien. Menyamakan konstruksi masalah setiap orang yang merokok, bisa mengakibatkan salah dalam memberikan sugesti hypnosis. Misal, penyebab awal seseorang merokok bisa saja karena lari dari kenyataan hidup, selain itu bisa juga disebabkan oleh karena ikut-ikutan teman, ingin dianggap jantan, dan 1001 sebab lainnya.</p>
<p>Melakukan pembelajaran <em>conversational hypnosis</em> dalam bahasa Indonesia memerlukan suatu cara sendiri. Karena fenomena linguistic yang terjadi di dalam bahasa Inggris tidak langsung bisa memproduksi suatu efek hipnotik (trance) yang sama dalam bahasa Indonesia. Ingat, kebanyakan pola bahasa hypnotic berasal dari penduplikasian model-model sugesti yang aslinya berbahasa Inggris.</p>
<p>Dalam artikel ini diberikan beberapa contoh untuk ilustrasi, selebihnya untuk mempermudah pemahaman, contoh-contoh akan dibahas lebih langsung dan lebih rinci di dalam ruang kelas. Seperti apa rasanya, mendapatkan banyak sekali pola bahasa yang memiliki kekuatan untuk men-supercharge kepiawaian Anda dalam meng-hypnosis.</p>
<p><strong>EFEK PENGGUNAAN KATA KERJA LAMPAU, KINI, DAN MASA DEPAN</strong></p>
<p>Mungkin Anda sudah menyadari bahwa manusia mengekspresikan perbedaan waktu dari suatu kejadian melalui kata kerja waktu (Tenses).</p>
<p>Kata kerja waktu dipakai untuk menandai waktu sebagai masa kini (sedang dilakukan), waktu sebagai perbuatan yang telah selesai dilakukan (lampau), dan waktu sebagai perbuatan yang akan dilakukan (dilakukan di masa depan). Pemilihan kata kerja waktu akan mempengaruhi pengalaman subjektifnya. Misal di akhir suatu proses hipnotherapi, Anda menutup proses sugesti dengan kalimat :</p>
<p>- “Jadi, dengan mengambil hikmah dari masalah yang sedang Anda alami sekarang….”</p>
<p>Wow!</p>
<p>Kalimat Anda akan menjadi pembenar (konfirmatif), bahwa sang hypnotherapist menyetujui bahwa si Klien memang SAAT INI MASIH mengalami masalah. Jadi tanpa disadari oleh hypnotherapistnya, dia telah memberikan sugesti ulang bahwa “Benar Anda sedang memiliki masalah sekarang”.</p>
<p>Padahal jelas sekali bahwa tujuan proses hypnotherapy adalah membantu si Klien untuk meyakini bahwa sekarang masalah itu sudah tidak ada lagi dan klien mendapatkan pembelajaran dari apa yang pernah dia alami itu.</p>
<p>Nah, tentunya semakin jelas bagi kita bahwa pemilihan kata-kata kerja waktu, sangat mempengaruhi bagaimana seseorang memahami  pengalaman subyektifnya.</p>
<p>Di tangan seorang Hypnotherapit Kelas Dunia, ‘kata kerja waktu’ dapat dipergunakan dengan sengaja untuk untuk memperkuat sugesti dengan cara meletakkan suatu persoalan masa kini, dipindah ke masa lampau melalui penggunaan kata kerja masa lampau. Misal daripada menggunakan kata “sedang”, maka kita ganti dengan kata “tadinya”.</p>
<ol>
<li>Masalah yang sedang Anda alami ini.</li>
<li>Masalah yang tadinya Anda alami itu.</li>
</ol>
<p>Kedua kalimat di atas akan memberikan pengaruh sugesti pada “realitas subyektif” klien secara berbeda. Ingat, hypnosis adalah sugesti!</p>
<p>Penggunaan kata “tadinya” dengan cepat akan mempengaruhi realitas internal si Klien untuk mempersepsikan bahwa masalah itu SAAT INI SUDAH TIDAK EKSIS LAGI. Kata “tadinya” secara ‘gaib’ telah menggeser keberadaan permasalahan itu ke masa yang telah lampau.</p>
<p>Mudah dimengerti, dengan menggunakan kata-kata tertentu, maka efek sugesti menjadi lebih kuat berlipat ganda, dan mempermudah Anda memfasilitasi proses hypnotherapy secara lebih cepat dan menyenangkan.</p>
<p><strong>Presupposition</strong></p>
<p>Sebagian dari Anda tentunya sudah mengetahui bahwa kata “presuposisi” adalah sama artinya dengan ‘asumsi secara linguistik’. Presuposisi adalah sesuatu yang secara bahasa sudah diasumsikan sebagai sesuatu kebenaran, supaya pernyataan yang dibuat dapat dianggap benar atau masuk akal.</p>
<p>Sudah jelas bahwa kapanpun seseorang berkomunikasi, kita menggunakan presuposisi yang mengasumsikan bahwa sesuatu sudah benar. Bahkan senyatanya, setiap kalimat yang kita katakan dalam keseharian kehidupan kita memiliki presuposisi.</p>
<p>Tidak semua dari hypnotherapist memiliki kepekaan atas apa yang telah dia asumsikan di dalam kalimatnya<em>, </em>dan hanya berkonsentrasi pada apa yang diucapkannya secara langsung. Padahal, seperti sudah disebutkan di atas, asumsi secara tidak sadar diterima sebagai suatu kebenaran oleh pendengar dan dia akan mengangap seolah-olah hal itu adalah benar.</p>
<p>Seorang hypnotherapist dapat banyak meningkatkan hasil-hasil yang kita dapatkan dengan secara sadar mengasumsikan apa yang kita inginkan dan menghindari mengasumsikan apa yang tidak kita inginkan.</p>
<p>Contohnya, kita pergunakan contoh yang sama dari kalimat diatas :</p>
<ol>
<li>Masalah-masalah yang sedang Anda alami ini.</li>
<li>Tantangan hidup yang tadinya Anda alami itu.</li>
</ol>
<p>Kedua kalimat di atas mengandung asumsi yang amat berbeda, dan menciptakan realitas dalam yang amat berbeda di kepala si klien. Berikut penjelasannya :</p>
<ol>
<li>Masalah-masalah : mengasumsikan bahwa benar hal itu adalah suatu permasalahan, dan masalah yang dimiliki klien itu jumlahnya lebih dari satu. Asumsi ini jelas-jelas tidak memberdayakan si Klien.</li>
<li>Ini : mengasumsikan “masalah” tadi masih “dekat”, masih ada disini. Jelas ini mempengaruhi si Klien untuk meyakini bahwa masalah itu masih ada di sekitarnya (eksis) dan masih ter-asosiasi.</li>
</ol>
<p>Pada contoh kedua, hypnotherapist kelas dunia akan memilih penggunaan asumsi yang diubah dengan sengaja :</p>
<ol>
<li>Tantangan hidup : mengasumsikan bahwa hal itu menarik untuk dihadapi.</li>
<li>Itu : mengasumsikan bahwa “tantangan hidup” tadi sudah berada jauh darinya. Ini mensugesti Klien untuk meyakini bahwa ia sudah ter-disasosiasi dari “Tantangan Hidup” tadi. Ingat, banyak teknik dalam hynotherapy yang bertuuan membuat disasosiasi.</li>
</ol>
<p>Nah,</p>
<p>Dari beberapa contoh di atas, saya jadi penasaran, seberapa peningkatan ketertarikan Anda sekarang pada penggunaan pola-pola bahasa yang dapat memperkuat sugesti Anda secara berlipat-lipat?</p>
<p>Melalui pelatihan semacam ini, kita tidak hanya sedang memperbaiki skill memberikan terapi saja, sejatinya kita sedang bicara langkah mengasyikkan untuk meningkatkan kualitas hidup, karena secara total keefektifan komunikasi kita meningkat dalam berbagai hal.</p>
<p>Pada saat Anda putuskan untuk Mulai terapkan bahan yang terkandung dalam artikel ini, Anda segera merasakan hasil yang luar biasa menyenangkan. Anda mungkin secara cepat menyadari bahwa transformasi skill ini telah terjadi seiring dengan kebiasaan Anda secara sengaja menggunakan pilihan kata dan pola kata secara efektif. Sering saya berpikir, untungnya, belajar menggunakan pola-pola bahasa luar biasa mudah dan menyenangkan. Apalagi bagi mereka yang pernah mengecap pembelajaran linguistic yang menarik ini di ruang pelatihan Licensed Practitioner of NLP, jelas-jelas saya  tidak perlu menyebutkan lagi bahwa mereka sudah belajar hypno-linguitic secara mudah dan menyenangkan selama 7 hari yang luar biasa.</p>
<p>Beberapa orang masih ragu, untuk Ikuti Pelatihan Licensed Practitioner of NLP, karena berpikir mengenai biayanya. Memang, dulupun saya juga memiliki keraguan yang sama, sampai pada suatu titik dimana saya tersadar, berapa banyak kerugian yang saya derita dari hilangnya kesempatan dalam kehidupan, karena tidak memiliki kemampuan komunikasi yang persuasif. Tentu saja bukan mengenai berapa investasi yang harus dikeluarkan dari pelatihan ini, tapi justru dari berapa banyak kerugian yang diderita karena belum ikuti pelatihan NLP Practitioner ini. Berapa banyak kesempatan yang hilang, karena mungkin kompetitor kita yang memiliki kemampuan linguistic yang luar biasa ini, sehingga proposal bisnisnya lebih “berbunyi” dari pada punya kita. Kalau mengenai manfaat meng-Ikuti pelatihan NLP Practitioner tentu saja sudah jelas. Lebih dari kemampuan linguistic saja, karena juga mempelajari kemampuan memodel figur-figur yang ekselen dalam kehidupan.</p>
<p>Ada banyak sekali pola linguistic yang dapat Anda pelajari untuk melipatgandakan kekuatan sugesti Anda. Pada saat Anda belajar NLP, sebagian pola ini sudah dibahas dalam Milton Model patterns, yakni pola bahasa yang dipelajari dari bapak hypnotherapist modern : Milton H. Erickson. Hampir dalam semua aspek kehidupan, ANda dapat terapkan kemampuan lingustic ini, tidak hanya saat melakukan hypnotherapy saja.</p>
<p>Sejatinya, pola linguisticpun juga tidak hanya terbatas dari Milton Model saja, dan tidak hanya menyangkut masalah penggunaan kata-kata saja, namun juga meliputi pengolahan intonasi, jeda dan bahkan juga penggunaan bahasa tubuh untuk memperkuat pesan sugesti Anda.</p>
<p>Pada prinsipnya seluruh Pola Bahasa akan menjadi semakin powerful saat Anda kombinasikan satu sama lain. Sikapi secara bebas penggabungan dari pola-pola ini, sehingga Anda  dapat menghasilkan suatu pola kalimat yang asli dari Anda.</p>
<p>Setelah Anda ikuti pelatiham, alangkah baikknya segera putuskan untuk berlatih, sekalipun awalnya mungkin secara tertulis dulu, dan sekalipun mungkin juga terasa aneh. Jalas saja terus.</p>
<p>Namun seiring dengan kepiawaian Anda saat gunakan kalimat itu dalam bentuk wicara, maka akan terasa natural dan wajar. Berbahasa secara wicara memang memiliki keleluasaan pelanggaran tata bahasa yang lebih dianggap wajar. Sehingga dengan mudah Anda men-supercharge kekuatan sugesti hypnosis Anda menjadi berlipat ganda.</p>
<p>Tentunya Anda sudah pernah menguasai <em>rapport building</em> yang Anda lakukan saat pretalk <em>/ pre induction. </em>Pola bahasa sudah dapat Anda gunakan mulai dari saat pre induction ini, misalkan dengan sengaja mengasumsikan bahwa si Klien bersedia di hypnosis. Dengan sengaja mengasumsikan bahwa si Klien akan mendapatkan manfaat besar dari proses terapi itu dan sebagainya.</p>
<p>Tidak salah, jika orang-orang menjadi penasaran…., seperti apa yang akan terjadi saat Anda menerapkan pola bahasa ini di seluruh proses hypnosis, mulai dari <em>Pre induction, Suggestivity Test, Induction, Deepening, Anchoring, Post Hypnotic Suggestion, Theraputic Procedure, </em>bahkan saat Anda melakukan<em> Termination.</em></p>
<p>Saya juga mulai penasaran, apakah suster di rumah sebaiknya di-hypnosis saja, agar dia mulai bisa membedakan arah mata angin.  Sebab, masa’ hanya hypnosis di Indonesia saja yang menjadi jelas arahnya. Tentu saja pertumbuhan dan pergerakan NLP di Indonesia juga perlu di set arahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalhypnosis.com/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Anda tertarik Conversational Hypnosis Portal?</title>
		<link>http://www.portalhypnosis.com/?p=4</link>
		<comments>http://www.portalhypnosis.com/?p=4#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Homepage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalhypnosis.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini mungkin Anda sedang duduk di depan komputer atau laptop, sambil memegang mouse atau touchpad, dan menatap layar monitor di depan Anda. Mata Anda menyusuri deretan huruf-huruf yang menyusun kata dan kalimat ini. Pikiran Anda mengikutinya dengan membuat makna atas kata-kata ini dan &#8230; tanpa Anda sadari, anda mulai merasakan bahwa sungguh beruntung menemui]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini mungkin Anda sedang duduk di depan komputer atau laptop, sambil memegang mouse atau touchpad, dan menatap layar monitor di depan Anda. Mata Anda menyusuri deretan huruf-huruf yang menyusun kata dan kalimat ini. Pikiran Anda mengikutinya dengan membuat makna atas kata-kata ini dan &#8230; tanpa Anda sadari, anda mulai merasakan bahwa sungguh beruntung menemui portal conversational hypnosis ini.</p>
<p>Well, entah script hypnosis dari mana yang membuat Anda tertuntun dengan manis datang ke portal ini. <img src='http://www.portalhypnosis.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Yang jelas, portal hypnosis ini didedikasikan untuk memberikan informasi mengenai hypnosis dan hypnotherapy yang tepat dan mendidik kepada masyarakat Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalhypnosis.com/?feed=rss2&amp;p=4</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://www.portalhypnosis.com/?p=1</link>
		<comments>http://www.portalhypnosis.com/?p=1#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 15:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalhypnosis.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalhypnosis.com/?feed=rss2&amp;p=1</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

